Ada Apa Saja dan Apakah yang Terjadi pada Ekosistem Kita?
Definisi Ekosistem
Ekosistem
merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan
antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem sebagai suatu tatanan kesatuan
yang secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup dan
saling mempengaruhi. Ekosistem sebagai penggabungan dari setiap unit biosistem.
Definisi ekosistem menurut ahli
1. A.G Tansley
Ekosistem
sebagai suatu unit ekologi di mana di dalamnya terdapat struktur dan fungsi.
Struktur dalam ekosistem tersebut berhubungan dengan keanekaragaman spesies
atau dalam bahasa inggris merupakan species diversity. Pada ekosistem yang
memiliki struktur kompleks, maka akan terdapat keanekaragaman spesies yang
cukup tinggi. Sedangkan fungsi yang dimaksudkan adalah yang berhubungan dengan
siklus materi serta arus energi melalui komponen ekosistem.
2. Woodbury
Ekosistem
menurut woodbury merupakan tatanan kesatuan secara kompleks di sebuah wilayah yang
terdapat habitat, tumbuhan dan binatang. Kondisi ini kemudian dipertimbangkan
sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya dapat menjadi bagian mata
rantai siklus materi serta aliran energi.
Komponen Ekosistem
Komponen
ekosistem merupakan bagian dari suatu ekosistem yang menyusun ekosistem ini sendiri
sehingga terbentuk sebuah ekosistem. Komponen dalam ekosistem kemudian dibagi
lagi menjadi dua macam, yaitu komponen hidup dan komponen tak hidup. Selain itu
komponen hidup dapat disebut juga sebagai komponen biotik, dan komponen tak
hidup dapat disebut sebagai komponen abiotik.
1) Komponen
Biotik
Biotik, memiliki arti “Hidup”. Komponen biotik pada suatu ekosistem adalah makhluk hidup itu sendiri, sebab ekosistem tak akan pernah terbentuk tanpa adanya makhluk hidup di dalamya. Keberadaan makhluk hidup kemudian membentuk suatu rantai makanan dalam suatu ekosistem. Beberapa contoh dari komponen biotik yang ada lingkungan sekitar kita, antara lain:
a) Organisme Autotrof atau Produsen, disebut sebagai produsen karena organisme ini mampu membuat makanannya sendiri, bahkan ia membuat makanan bagi organisme lain yang tinggal di ekosistem. Produsen kemudian akan membuat makanan dengan menyerap senyawa serta zat- zat anorganik yang akan diubah menjadi senyawa organik melalui suatu proses yang dinamakan sebagai fotosintesis.
b) Organisme Heterotrof (Konsumen) memiliki sifat yang berbeda dengan organisme pertama. Organisme heterotrof ini memperoleh makanan dari organisme autotrof atau produsen dan akan memakan sesama organisme heterotrof lainnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa organisme heterotrof adalah organisme yang menggunakan bahan-bahan organik dari organisme lain yang digunakan sebagai sumber energi dan makanannya. Sebagai contoh adalah manusia dan hewan. Ketiganya nanti dibagi lagi berdasarkan makanannya menjadi Herbivora, Karnivora serta Omnivora.
c) Pengurai atau
Dekomposer, merupakan Golongan terakhir dari komponen biotik dalam sebuah
ekosistem. Pengurai atau dekomposer ini adalah organisme yang menguraikan sisa-
sisa makhluk hidup (heterotrof atau autotrof) yang telah mati. Dengan kata
lain, pengurai adalah organisme yang bekerja untuk merubah bahan bahan organik
dari organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik melalui suatu proses
yang dinamakan dekomposisi. Pengurai atau dekomposer akan menduduki jabatan
penting dalam suatu rantai makanan di bumi, karena perannya paling akhir adalah
kunci keberlangsungan rantai makanan. Beberapa contoh pengurai atau dekomposer
yang ada di sekitar lingkungan tempat kita tinggal adalah ganggang, jamur,
bakteri, cacing, dan lain sebagainya.
2) Komponen
Abiotik
Komponen
kedua dalam ekosistem adalah komponen abiotic atau komponen yang tak hidup. Dengan
kata lain, komponen abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda bukan
makhluk hidup tetapi ada di sekitar kita, dan ikut mempengaruhi kelangsungan
hidup. Beberapa jenis komponen abiotik yaitu
suhu, sinar matahari, air, angin, udara, kelembapan udara, dan banyak
lagi benda mati yang ikut berperan dalam ekosistem. Berikut beberapa diantaranya:
A) Suhu: Suatu
proses biologis yang dipengaruhi oleh perubahan pada suhu, contohnya mamalia
& burung sebagai makhluk hidup yang dapat mengatur sendiri suhu tubuhnya.
B) Air: Sebuah
ketersediaan air dapat mempengaruhi distribusinya suatu organisme Contohnya
Organisme dapat beradaptasi dan bertahan hidup dengan memanfaatkan ketersediaan
air yang berada di padang pasir.
C) Garam:
Konsentrat pada garam akan mempengaruhi keseimbangan air dalam organisme
melalui Osmosis. Contohnya pada Beberapa organisme Terestrial yang dapat
beradaptasi pada lingkungan dan kandungan garamnya yang cukup tinggi.
D) Sinar
Matahari: Intensitas & Kualitas pada sebuah Cahaya Matahari akan mempengaruhi
proses fotosintesis, karena air mampu menyerap cahaya sehingga proses
fotosintesis dapat terjadi di sekitar permukaan matahari.
Rantai dan Jaring-Jaring Makanan
Rantai
makanan adalah bagian dari jaring-jaring makanan. Meskipun rantai makanan dan jaring-jaring
makanan terlihat sama, namun sedikit berbeda. Rantai makanan adalah serangkaian
proses makan dan dimakan antara mahkluk hidup berdasar urutan tertentu yang
terdapat peran produsen, konsumen dan dekomposer (pengurai) untuk kelangsungan
hidup. Secara sederhana rantai makanan bisa dilihat secara runtut dari
produsen, konsumen dan pengurai.
Lain
halnya dengan jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari
rantai makanan yang saling terhubung, dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
ujuan mendasar dari jaring makanan adalah menggambarkan rantai makanan antar
spesies dalam suatu komunitas. Jaring makanan dapat dibangun untuk
menggambarkan interaksi spesies. Semua spesies di jaring makanan dapat dibedakan
menjadi spesies basal (autotrof, seperti tanaman), spesies perantara (herbivora
dan karnivora tingkat menengah, seperti belalang dan kalajengking), dan spesies
puncak atau predator (karnivora tingkat tinggi).
Komentar
Posting Komentar